
Burung saja bekerja untuk meraih rizki ... Lantas bagaimanakah lagi dengan manusia?
Tawakkal yang hakiki haruslah diiring dengan usaha. Bukan hanya bersandar pada Allah Ta'ala ...
Berikut adalah Daftar Situs-situs Ilmu Islam yang InsyaAllah sangat bermanfaat, yang ana kumpulkan dari berbagai sumber. Silahkan di Copy Paste bagi yang berminat untuk menyimpannya sebagai referensi ilmiyah. Dan bagi teman-teman yang ingin menambahkan sebagai referansi bisa di kolom komentar. Jika ternyata Link tersebut sebuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka InsyaAllah akan ana tambahkan di note ini, jika tidak akan segera ana hapus. Semoga bermanfaat bagi kita semua...
Persatuan kaum muslimin di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan jalan Salafus Shalih adalah perintah syari’at agama yang mulia ini.
Ada ungkapan di tengah masyarakat non muslim yang menanggapi realitas bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.
"Tidak mengapa kita minoritas, muslim yang mayoritas. Karena walaupun kita ini minoritas, toh adat istiadat, tradisi, kepercayaan, dan ritual kita telah merasuki praktik dan perilaku kaum muslimin", Ujar mereka.
Tidak sedikit di antara kita yang menuliskan pada statusnya di FB: " Tahajjud sudah, dzikir sudah, baca al-Qur'an sudah. Sekarang apalagi ya?" Atau, ada lagi yang menuliskan bahwa dia sudah makan ini dan minum itu untuk sahur, agar diketahui orang lain bahwa dia sedang mengerjakan amal shalih puasa sunnah. Sebagian lagi ada yang berkata,"Mari kita tengok diri kita masing-masing, apa yg sudah kita persembahkan untuk Islam dan muslimin..." (seolah-olah ingin mengumumkan bahwa dirinya telah mempersembahkan untuk Islam). Atau menulis komen yang menjelaskan bahwa menyumbang ke sini sudah dan menyumbang ke sana sudah. Subhanallah...!!
Oleh : Syaikh Dr Fadhl Ilahi
Terikatnya jalinan cinta dua orang insan dalam sebuah pernikahan adalah perkara yang sangat diperhatikan dalam syariat Islam yang mulia ini. Bahkan kita dianjurkan untuk serius dalam permasalahan ini dan dilarang menjadikan hal ini sebagai bahan candaan atau main-main.
Anakku, di usiamu yang menjelang delapan belas tahun ini, dirimu yang dulu manja dan terkadang suka menangis di balik bantal di minggu-minggu pertamamu di ma'had, kini telah menjelma menjadi seorang pemuda. Semoga ilmu yang sudah kau dapatkan selama ini (dan insya Allah masih akan kau dapatkan lebih banyak lagi), kelak bisa memberikan manfaat kepada dirimu sendiri, untuk kedua orang tuamu, untuk adik-adikmu, dan untuk seluruh kaum muslimin. Semoga dirimu bisa menjadi perwujudan do'a yang senantiasa dipanjatkan oleh kedua orang tuamu: